Daftar Pertanyaan dan Jawaban Kelompok 4

Daftar Pertanyaan dan Jawaban Kelompok 4

Bab 10, 11 dan 12

Pemasaran Strategik

Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc

1.      Indra Mauludi Rachmat

Jika sebuah produk harus di launching di TVC, radio atau di internet, porsi mana yang seharusnya paling banyak diantara orang yang mempromosikan, produknya, atau konsep promosinya?

Jawab  :

Dalam sebuah konsep promosi yang menjadi titik berat adalah produk karena produklah yang menjadi target penjualan dan yang akan diperkenalkan kepada konsumen atau calon konsumen (pasar potensial). Namun demikian pada saat ini orang yang mempromosikan (Endorser) dan konsep promosinya sendiri menjadi bagian yang sangat penting dalam sebuah launching produk oleh karena itu kelompok kami menganggap ketiga bagian ini menjadi suatu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dalam peluncuran sebuah produk.

2.      Laily Setiyorini

Bagaimanakah cara paling efektif yang dapat dilakukan oleh market follower untuk meningkatkan keuntungannya?

Jawab :

Market Follower adalah perusahaan yang memiliki porsi pasar pada urutan ketiga setelah market leader dan market chalengger, keuntungan pasar market follower kadang tidak terlepas dari apa yang dilakukan oleh seorang market leader. Jika market leader melakukan promosi untuk menambah market volume maka market follower juga akan mendapatkan keuntungan tersebut.  Sebagai market follower jika ingin menambah keuntungan yang lebih, hal yang mungkin dilakukan adalah mempelajari kelemahan market leader dan membuat produk yang bisa mengungguli kelemahan tersebut dengan kata lain posisi market follower tidak hanya sebagai imitator namun naik ke posisi chalengger.

3.      Miranti Mutiarawana

Pada kondisi seperti apakah sebuah iklan dikatakan bersifat mengingatkan?

Pada hakekatnya ada 3 tahapan promosi atau iklan, pertama adalah tahap pengenalan produk yang umum dilakukan melalui promosi gencar-gencaran baik above the line maupun below the line. Tahap kedua adalah tahap penajaman brand dimana tahapan ini bertujuan untuk meningkatkan atau membangun brand image dan meyakinkan konsumen bahwa sebuah produk layak untuk dijadikan pilihan. Tahap ketiga adalah brand reminder yang dilakukan untuk mengingatkan, merangsang pembelian produk, dan mengenalkan kepada konsumen potensial. Pada tahap ini, kegiatan promosi tidak lagi segencar tahap-tahap sebelumnya.

Namun pada sekarang ini ketiga iklan tersebut sulit untuk dibedakan dan sebuah  iklan cenderung mengambil semua peran diatas dan kembali kepada tujuan secara umum yakni iklan berfungsi untuk menjangkau konsumen baru dan juga berfungsi sebagai pengingat bagi konsumen loyal atau konsumen yang sudah pernah menjadi pelanggan sebuah produk. Kedua fungsi ini menjadi bagian yang penting dan tidak dapat dijadikan sebagai kategori yang terpisah.

4.      Ryan Renjana

Gross Rating Point (GRP) selalu dievaluasi per minggu. Bagaimana jika perbulan, persemester atau pertahun?

Jawab :

GRP = Jangkauan x Frekuensi

Dimana GRP merupakan ukuran agregat dari jumlah total atau volume dari pemaparan iklan dalam promosi yang timbul melalui sarana media dan periode waktu tertentu. Efektifitas sebuah iklan dievaluasi perminggu dikarenakan periode per minggu adalah waktu yang paling singkat dan paling baik untuk melakukan evaluasi dimana hasilnya dapat langsung diterapkan ke minggu berikutnya sehingga kesalahan atau kekurangan tidak menumpuk dan berlarut. Jika pada minggu ini kita mendapati iklan sebuah produk tidak efektif maka untuk minggu kedepannya kita dapat langsung mengatur siasat untuk iklan yang lebih baik. Bayangkan jika kita mengevaluasi per semester atau pertahun, kita tidak akan megerti apa keinginan pasar dan seberapa kerugian yang kita hadapi jika ternyata iklan kita tidak efektif.

5.      Gondo Irawan

Bagaiman strategi pasar yang dapat dilakuakn oleh perusahaan yang baru muncul dalam proses iklan, sehingga dapat merebut positioning dari produk lama?

Jawab :

Kembali lagi ke tahapan iklan yang dipaparkan secara teori, yaitu pengenalan produk, penajaman brand dan brand reminder.  Jika pada tahap pertama sudah dilakukan dengan cukup baik maka perusahaan baru akan mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan ruang di benak konsumen (posisioning). Oleh karena itu yang sangat penting dilakukan adalah tahap awal atau first impression produk di mata calon konsumen. Jika hal ini sukses dilakukan untuk tahap-tahap berikutnya juga tetap harus dilakukan dengan baik mengingat produk yang dipromosikan adalah produk yang tergolong baru.

6.      Hendri Ferdyana

Pada halaman 357 Pemasaran Strategik karangaan Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M.Sc dinyatakan bahwa rata-rata elastisitas harga untuk konsumen yang tidak dapat didaur ulang adalah -1,76 (sesuai riset). Mengapa bisa demikian!

Jawab :

Berdasarkan elastisitas harga sebuah produk, jika elastisitasnya sebuah produk lebih besar dari 1 (dalam tanda mutlak) maka jika harga barang tersebut semakin tinggi maka jumlah kuantitas yang diminta pun semakin tinggi. Inilah yang menjadi alasan mengapa produk ini tidak perlu di daur ulang. Berbeda halnya jika elstisitasnya lebih kecil dari 1, jika harga produk tersebut semakin tinggi maka jumlah yang diminta akan semakin sedikit oleh karena itu perlu dilakukan daur ulang untuk menambahkan value added yang lebih disenangi oleh konsumen.

7.      Rina Hartini

Sebutkan contoh riset penjualan perilaku konsumen, metode riset seperti apa yang mereka pakai?

Jawab :

Contoh riset mengenai prilaku konsumen pernah diteliti oleh Eun Joo Park seorang mahasiswa dari School of Merchandising and Hospitality Management, University of North Texas, Denton Texas, USA. Dalam penelitianya beliau melakukan riset pasar mengenai perilaku konsumen yang cenderung melakaukan impulse buying dan mendapatkan hasil bahwa jika sebuah produk khususnya fashion yang sedang mode dipajang di depan toko, konsumen yang tadinya tidak memiliki rencana untuk berbelanja akan melakukan pembelian terhadap produk tersebut. Prilaku ini menjadi implikasi manajerial dari riset beliau. Metode yang digunakan adalah dengan terjun langsung ke lapangan dengan menyebar kuesioner kepada 217 responden mahasiswa dan diolah dengan bantuan LISREL 8.53 untuk melihat korelasi antar variabel-variabel latennya.

8.      Saptariyanti Anjasari Kusdiarna Puteri

Bagaimana dengan keberadaan iklan yang pada akhirnya menonjolkan endorsernya bukan produk yang dipromosikan? Apakah ini bisa dikatakan sebagai sebuah kesalahan?

Jawab :

Tentu tidak, hal ini dikarenakan iklan tidak akan pernah lepas dari endoser dan konsep. Jika yang menjadi terkenal adalah endorsernya, ini adalah efek samping dari promosi yang tidak dapat dihindari. Jika sang endorser menjadi tekenal maka sedikit banyaknya produk yang bersangkutan juga akan terangkat. Namun akan lebih baik jika porsi produklah yang lebih menonjol, oleh karena itu konsep promosi harus dipikirkan dengan matang agar tidak terjadi kesalahan/bias penyampaian pesan nantinya.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

CEO EXCHANGE > My Group Discussion

Lelsie Moonves (CEO CBS)

Hal yang menginspirasi

  • Untuk menjadi yang tedepan kita harus memahami kompetitor
  • Sangat optimis, Lelsie Moonves yang sebelumnya seorang aktor sangat optimis dengan pekerjaan barunya sebagai seorang marketer.
  • Keberhasilan ditentukan oleh seberapa besar usaha kita
  • Jika tidak bisa mengambil keputusan sendiri, maka diskusilah dan minta pendapat dengan tim ahli Anda.
  • Jangan pernah menyerah, cari metode atau cara lain untuk mencapai tujuan

Alex Yemenidjian (CEO MGM)

 

 

 

 

 

 

Hal yang menginspirasi

  • Sesuatu yang diawali dengan rasa takut adalah suatu kegagalan
  • Atasi ketakutanmu dan gapailah kesuksesan
  • Segala sesuatu bergantung pada nianya, awal yang baik akan berakhir baik

Konsep Pemasaran dari Tayangan CEO Exchange :

  1. Segmentasi (perluasan segmentasi dari lansia kecakupan yang lebih luas) > Program SURVIVAL, CBS News, MTV
  2. Identifikasi kompetitor > Tivo
  3. Perbaikan berkesinambungan terhadap metoda pemasaran > memasukkan promosi ke dalam program
  4. Growth merger > memperluas pangsa pasar dengan merger
  5. Protect product
  6. Pemasaran berbasis teknologi > penggunaan internet untuk saluran distribusi, menggunakan video on demand
  7. Mengenali keinginan/perilaku konsumen > menganalisa program yang menarik bagi konsumen
  8. Membuat diferensiasi produk dengan low cost production dan premium production.
  9. Membangun nilai budaya perusahaan untuk meningkatkan loyalitas konsumen.
  10. Pengambilan keputusan berdasarkan diskusi kelompok.
  11. Menyadari bahwa Hollywood adalah tempat yang potesial untuk bisnis hiburan.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

“CHOCOLATE WARS” INSPIRED ME

Marketing Concept :

  • Iklan sebagai Sumber Informasi Keputusan Konsumen: Perusahaan Mars meluncurkan television commercial (TVC) animasi hitam-putih M&M’s menggunakan karakter kartun berbentuk coklat dan kacang M&M’s. Iklan tersebut menyasar konsumen anak-anak.
  • Strategi Pendekatan Harga-Premium: Godiva, menjual coklat dengan konsep butik setara champagne dan caviaar. Menggabungkan resep klasik dengan presentasi yang mewah. Hadirnya coklat Eropa di Amerika ini, berkontribusi terhadap penurunan penjualan coklat konvensional.

Inspiring statement and fact :

1. Perbaikan Terus Menerus/Continuous Improvement/Kaizen

Hersey sangat gigih melakukan trial and error selama delapan tahun (1897 – 1905) sampai akhirnya berhasil padahal Hersey tidak punya science background. Berkat kegigihannya Hersey berhasil menciptakan Image coklat Amerika yang mngalahkan Image Coklat Eropa.

2. Kalimat inspiratif yang menjadi Positioning Statement bagi M&M yaitu “Melt in your mouth not in your hand”

Forrest Mars menemukan resep coklat M&M’s selama Perang Saudara Spanyol. Mars melihat tentara makan coklat ditutup dengan lapisan gula keras. Lapisan mencegah permen dari mencair di bawah terik matahari. Forrest Mars menerima paten untuk proses pembuatan-nya pada tanggal 3 Maret 1941.

Permen coklat m&m’s pertama kali dijual kepada masyarakat pada tahun 1941, dikemas dalam tabung kardus. Pada tahun 1948, kemasan berubah dari tabung ke kantong plastik cokelat dikenal saat ini. Huruf “m” dicetak pada setiap permen dengan dye sayuran.

Pada tahun 1954, Permen m&m’s Chocolate Peanut diperkenalkan. Pada tahun yang sama, M & Ms karakter merek dan slogan terkenal “Susu coklat meleleh dalam mulut Anda, bukan di tangan Anda” sama-sama bermerek dagang.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Sarah Fauzia S. Puspita, Graduate Student of MB-IPB, Markeing Class Notes on March 05, 2012

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Kuliah Pertama Marketing Management bersama Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc

Graduate Student of  Management and Business, Bogor Agricultural University

Marketing Class E-39

Lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M. Sc

Based on Book written by Ujang Sumarwan, Agus Djunaidi, Aviliani, H.C.Royke Singgih, Jusup Agus Sayono, Rico R Budidarmo, Sofyan Rambe. 2009. Pemasaran Strategik: Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth in Creating Share Holder Value). Jakarta. Inti Prima

Based on Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 2010. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja.(Strategic Marketing: Value Based and Performance Measurement Perspectives) Bogor, IPB Press.

Tanggal 16 Februari 2012 adalah kuliah pertama MP (Manajemen Pemasaran) saya bersama Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc di MB-IPB.

Sebagai Lulusan Sarjana Gizi, saya merasa masih awam dengan istilah-istilah marketing dan pemasaran, tapi kuliah pertama Manajemen Pemasaran bersama Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc terasa sangat mengasikkan, banyak hal-hal baru yang menarik untuk saya. Salah satu yang membuat saya sangat tertarik adalah bahasan tentang Marketing Mix (The 4P’s).

Pemasaran  adalah proses penyusunan komunikasi terpadu yang bertujuan untuk memberikan informasi mengenai barang atau jasa dalam kaitannya dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan manusia. Proses dalam pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia inilah yang menjadi konsep pemasaran. Mulai dari pemenuhan produk (product), penetapan harga (price), pengiriman barang (place), dan mempromosikan barang (promotion). Product, Price, Place, dan Promotion inilah yang terkenal sebagai The 4P’s (Marketing Mix).

Dalam kuliah bersama Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc, dijelaskan keyword dari Marketing Mix (The 4P’s) yaitu :

  • Product –> Customer Solution
  • Price –> Customer Cost
  • Promotion –> Communication
  • Place –> Convenience

Seiring berjalannya waktu, terdapat Marketing Mix baru, dengan adanya 3 tambahan P, yaitu :

  • People
  • Physical Evidence, dan
  • Process

Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc menchallange kami untuk menambahkan 1 P sehingga Marketing Mix menjadi The 8P’s, apakah tambahan 1 P itu?

I guest, The Last P is stand for Packaging.

Beberapa waktu lalu tak sengaja membaca Majalah Marketing yang membahas tentang Packaging, majalah tersebut menyebutkan bahwa dulu Packaging bermanfaat untuk “melindungi apa yang dijual” tapi sekarang Packaging telah berfungsi menjadi “menjual apa yang dilindungi”. Desain dan tampilan Packaging bisa mempengaruhi keputusan konsumen untuk membeli suatu product. So, I think The 8P’s is complete, but, i curious the answer…

What do you think for the last P?^_^

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Rekomendasi Buku Pemasaran Strategik

Graduate Student of  Management and Business, Bogor Agricultural University

Marketing Class E-39

Lecture by Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, M. Sc

Based on Book written by Ujang Sumarwan, Agus Djunaidi, Aviliani, H.C.Royke Singgih, Jusup Agus Sayono, Rico R Budidarmo, Sofyan Rambe. 2009. Pemasaran Strategik: Strategi untuk Pertumbuhan Perusahaan dalam Penciptaan Nilai bagi Pemegang Saham (Strategic Marketing: Strategy for Corporate Growth in Creating Share Holder Value). Jakarta. Inti Prima

Based on Sumarwan, U., Achmad Fachrodji., Adman Nursal., Arissetyanto Nugroho., Erry Ricardo Nurzal., Ign Anung Setiadi., Suharyono., Zeffry Alamsyah. 2010. Pemasaran Strategik: Persfektif Value-Based Marketing dan Pengukuran Kinerja.(Strategic Marketing: Value Based and Performance Measurement Perspectives) Bogor, IPB Press.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to Blog Mahasiswa MB IPB. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging! Url your blog Blog Mahasiswa MB IPB

Posted in Uncategorized | 1 Comment